![]() |
| Polda Maluku Utara |
TERNATE, Jurnal Malut.com – Komitmen Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berbuah manis.
Sepanjang periode Januari hingga awal Juni 2026, wilayah hukum Maluku Utara tercatat relatif sangat kondusif. Hal ini dibuktikan dengan penurunan signifikan pada angka kasus tindak pidana 3C (Pencurian dengan Pemberatan/Curat, Pencurian dengan Kekerasan/Curas, dan Pencurian Kendaraan Bermotor/Curanmor).
Berdasarkan data resmi yang dihimpun, hanya ada 25 laporan polisi terkait kasus 3C dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Jika dirata-rata, hanya terjadi sekitar 1,1 kasus setiap minggu di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara.
Angka ini menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 65 kasus dengan rata-rata 1,25 kasus per minggu.
Meski angka kriminalitas rendah, jajaran Polda Maluku Utara tetap bergerak taktis dan tanpa kompromi. Terbukti, polisi berhasil mengamankan 28 pelaku yang diduga kuat terlibat dalam jaringan tindak pidana 3C tersebut.
Dari tangan para pelaku, petugas menyita tumpukan barang bukti hasil kejahatan bernilai fantastis. Mulai dari aset mobilitas hingga alat elektronik, di antaranya:
9 unit sepeda motor, 13 unit handphone, 3 unit laptop, dan 1 unit tablet1 unit CCTV dan 2 buah flashdisk 2 buah brankas 1 pucuk senjata api rakitan, Kabel dan pipa tembagaUang tunai (rupiah dan mata uang asing) serta dokumen penting lainnya
Total kerugian korban dari seluruh kasus yang ditangani mencapai angka Rp2.045.532.000.
Kasus pencurian pipa tembaga di wilayah hukum Polres Halmahera Tengah menjadi penyumbang kerugian terbesar, dengan angka menembus Rp1.393.000.000.
Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, mengungkapkan bahwa keberhasilan menekan angka kriminalitas ini merupakan buah dari strategi pencegahan yang agresif dan berkelanjutan.
"Selain penegakan hukum, kami mengedepankan langkah pencegahan. Patroli rutin, patroli dialogis, sambang warga, hingga penguatan sistem keamanan lingkungan terus kami optimalkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan," tegas Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W.
Ke depan, patroli preventif akan semakin diintensifkan di area-area krusial seperti kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, pelabuhan, terminal, kawasan industri, hingga objek vital yang rawan menjadi sasaran kriminal.Polisi Ajak Warga.
Polda Maluku Utara menegaskan bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Kabidhumas mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan siskamling, memasang kunci pengaman ganda pada kendaraan, memanfaatkan kamera CCTV, dan tidak ragu melaporkan aktivitas yang mencurigakan.
Tak kalah penting, peran orang tua juga disorot tajam. Para orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka agar terhindar dari lingkaran aksi kriminalitas.
"Sinergi kuat antara Kepolisian dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu terus mempertahankan Maluku Utara sebagai wilayah yang aman, damai, dan kondusif, " pungkasnya. (Jul/Red)
