-->

Tangis Haru di Sibenpopo, Saat Seragam Sekolah Menjadi Simbol Harapan Baru

Editor: Jurnalmalut
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah, Muksin Hi. Ibrahim, turun langsung membalut luka batin para siswa dengan memberikan seragam baru

HALTENG, JurnalMalut.com – Suasana di SD Inpres Sibenpopo, Rabu (8/4), mendadak pecah. Bukan karena suara sirine atau ketakutan, melainkan karena tetesan air mata haru yang mengalir di pipi anak-anak kecil di sana.

Di tengah sisa trauma pasca-konflik yang sempat melanda desa mereka, secercah harapan hadir lewat seragam sekolah baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah, Muksin Hi. Ibrahim, turun langsung membalut luka batin para siswa. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan dinas, melainkan membawa misi kemanusiaan: memastikan pendidikan tidak boleh mati di tengah musibah.

Pelukan Hangat yang Menggetarkan Hati

Momen paling menyentuh terjadi saat seorang siswa berusia 8 tahun tiba-tiba memeluk erat Muksin. Dengan suara polosnya, bocah itu berbisik, “Terima kasih, Pak… kami akan belajar lebih giat lagi.”

Mendengar itu, Muksin yang biasanya tegar tak kuasa menahan getar di suaranya. Sambil membalas pelukan hangat tersebut, ia berpesan dengan tulus, “Kamu harus semangat belajar, ya… masa depanmu ada di tanganmu sendiri.” Pemandangan ini membuat para guru dan pegawai yang hadir tertunduk, menyeka air mata yang tak terbendung.

Istimewa 

Komitmen Pemerintah: Pendidikan Tak Boleh Berhenti

Bantuan seragam ini merupakan kebijakan cepat dari Dinas Pendidikan Halteng untuk membantu siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat konflik beberapa hari lalu. 

Muksin menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh agar anak-anak Sibenpopo tetap mendapatkan hak belajarnya tanpa hambatan fasilitas.

“Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Semangat belajar anak-anak ini adalah masa depan Halmahera Tengah,” ujar Muksin.

Menatap Masa Depan

Kini, meski sisa-sisa kesedihan masih tampak, senyum mulai kembali merekah di wajah anak-anak SD Inpres Sibenpopo. Dengan seragam baru yang mereka peluk erat, anak-anak ini siap kembali ke kelas, mengejar cita-cita, dan membuktikan bahwa semangat belajar jauh lebih kuat daripada konflik yang pernah ada.

Sibenpopo hari ini tidak lagi bercerita tentang duka, tapi tentang bangkitnya generasi emas dari Halteng. (Yadin/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini