Rakor ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah langkah krusial Pemkab Halteng untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi pembangunan dari bawah ke atas (bottom-up).
Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, dalam sambutannya menegaskan bahwa desa adalah garda terdepan sekaligus indikator utama keberhasilan pembangunan daerah.
"Desa adalah ujung tombak sekaligus wajah dari penyelenggaraan pemerintahan kita. Keberhasilan pembangunan di Halteng tidak akan terwujud tanpa solidaritas dan kerja sama yang solid hingga ke tingkat akar rumput," ujar Bahri di hadapan peserta rakor, Selasa (28/4/2026).
Sekda jug menekankan bahwa forum ini harus menjadi wadah evaluasi sekaligus ruang untuk melahirkan langkah strategis yang konkret bagi pelayanan masyarakat.
Dalam rakor tersebut, Pemkab Halteng menetapkan tujuh isu strategis yang menjadi PR besar dan fokus utama pembangunan ke depan, yaitu:
- Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
- Peningkatan angka harapan hidup masyarakat.
- Mendorong partisipasi publik dan inovasi dalam perencanaan pembangunan.
- Percepatan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
- Optimalisasi potensi ekonomi daerah dan mitigasi risiko banjir.
- Pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan.
- Penyediaan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.
Selain ketujuh isu tersebut, pertemuan ini juga menekankan pentingnya sinkronisasi kegiatan antara desa dan kabupaten. Fokus utama lainnya mencakup peningkatan kualitas pengelolaan keuangan desa, pelayanan publik yang prima, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dengan adanya kesatuan langkah ini, diharapkan desa-desa di Halmahera Tengah tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bertransformasi menjadi desa yang inovatif, mandiri, dan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara nyata. (Yadin/Red)
