Harita Nickel Dinilai Tutup Mata Soal Krisis Listrik di Kawasi

Editor: Jurnalmalut
Ilustrasi 

HALSEL, JurnalMalut.com – Kondisi pemadaman listrik yang berulang di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, mulai memicu gejolak. 

Seorang mantan aktivis pergerakan tahun 2009 angkat bicara dan menyoroti kinerja PT Harita Nickel serta pemerintah daerah yang dinilai abai terhadap kebutuhan mendasar masyarakat lingkar tambang.

Kritik pedas ini mencuat setelah warga Desa Kawasi mengeluhkan pemadaman listrik massal yang terjadi selama dua hari terakhir, terutama saat memasuki waktu sore hari.

"Saya mendapat laporan langsung terkait keluhan warga di sana. Mereka bilang kalau sudah sore hari, lampu mulai mati," ujar sumber tepercaya tersebut kepada media kepada media ini, Minggu (21/6).

Ia menegaskan bahwa listrik merupakan infrastruktur krusial yang wajib dipenuhi. Sangat ironis melihat warga lingkar tambang harus gelap-gelapan di tengah masifnya aktivitas pengerukan kekayaan alam oleh korporasi besar di wilayah mereka.

Pihaknya mendesak DPRD Halmahera Selatan, pemerintah daerah, dan manajemen PT Harita Nickel untuk segera turun tangan membenahi krisis energi ini.

"Jangan cuma tahu mengambil hasil bumi di Obi, tetapi tidak mau memperhatikan kondisi warga lingkar tambang," tegasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak terkait agar tidak menyepelekan kekecewaan masyarakat. Ia mengingatkan kembali memori kolektif tahun 2010, saat ribuan massa mengepung pusat pemerintahan akibat buntutnya kontribusi perusahaan.

"Saya tidak ingin sejarah tahun 2010 kembali terjadi di Pulau Obi. Saat itu, lebih dari 4.000 mahasiswa dan masyarakat menerobos paksa kantor perwakilan Harita Nickel di Maluku Utara, serta menduduki kantor Bupati dan DPRD Halmahera Selatan," jelasnya.

Warga kini berharap ada langkah konkret dari pihak perusahaan dan pemerintah sebelum kekecewaan masyarakat lingkar tambang ini melakuka aksi massa yang lebih besar. (Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini