![]() |
| Kepala BKPSDM Kota Ternate, Samin Marsaoly |
TERNATE, JurnalMalut.com – Pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Pemerintah Kota Ternate bergerak cepat menetapkan status tanggap darurat. Menariknya, menyikapi kondisi infrastruktur yang rusak dan aspek kemanusiaan, Pemkot memberikan fleksibilitas bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut untuk bekerja secara remote.
Kepala BKPSDM Kota Ternate, Samin Marsaoly, mengungkapkan bahwa seluruh ASN di luar sektor kesehatan kini diperbolehkan menjalankan tugas melalui mekanisme Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA).
“Selama masa tanggap darurat, ASN yang melayani di luar sektor kesehatan diizinkan bekerja dari mana saja,” ujar Samin, Selasa (7/4/2026).
Nakes: Benteng Pertahanan 24 Jam
Kebijakan bekerja dari rumah ini tidak berlaku bagi para tenaga kesehatan (nakes). Sebagai garda terdepan, nakes diinstruksikan untuk tetap siaga penuh di Puskesmas Batang Dua yang kini sudah dilengkapi fasilitas rawat inap, maupun di titik-titik pengungsian.
“Nakes wajib stay 24 jam. Pelayanan kesehatan harus tetap optimal, dibantu juga oleh personel TNI, Polri, dan dukungan dari Pemerintah Provinsi,” tegas Samin.
Guru Jemput Bola, Absensi Digital Dilonggarkan
Sektor pendidikan juga ikut beradaptasi. Aktivitas belajar mengajar kini dilakukan secara daring. Namun, bagi siswa yang terkendala akses, para guru berinisiatif melakukan metode "jemput bola" dengan mendatangi langsung rumah-rumah siswa.
Urusan disiplin pegawai pun mendapat kompensasi khusus. BKPSDM telah membuka akses titik koordinat absensi. Jika biasanya ASN wajib absen di lokasi kantor, kini mereka bisa melakukan presensi digital dari mana saja tanpa terkunci titik koordinat tertentu.
“Karena kondisinya darurat, akses absen kami buka seluas-luasnya sesuai kebijakan BKD. Keselamatan dan kelancaran layanan di masa sulit ini adalah prioritas utama,” pungkas Samin. (Sl/Red)
