Wakapolda Malut dan Petani Sofifi Sukseskan Panen Raya Jagung Nasional

Editor: Jurnalmalut
Panen Raya Jagung di Desa Oba

SOFIFI, JurnalMalut.com Suasana Desa Oba, Kecamatan Oba Utara, Sofifi pada Sabtu (16/05/2026) tampak berbeda dari biasanya. 

Ratusan batang jagung yang siap panen melambai tertiup angin, menjadi saksi bisu keberhasilan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan petani lokal dalam menjaga isi piring bangsa.

Hadir di tengah-tengah hamparan hijau tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, ikut turun langsung memetik jagung dalam agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni lokal, melainkan bagian dari gerakan masif nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual.

Brigjen Pol. Stephen M. Napiun membuka acara dengan aksi nyata. Ia menyerahkan bantuan sembako kepada para petani lokal sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga ketahanan pangan daerah.

Wakapolda didampingi oleh barisan pejabat penting, mulai dari Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Van Bulow, Karo SDM Polda Malut Kombes Pol. Ali Wardana, hingga Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram. Kekuatan sinergi semakin solid dengan hadirnya Kasrem 152/Babullah Ternate Kolonel Inf. Arh Endra Roza dan Camat Oba Utara Rusdi Jamaludin.

Dalam arahannya dari layar virtual, Presiden RI menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama keberlangsungan sebuah negara. Presiden juga memuji kedekatan TNI dan Polri yang terus membaur dengan rakyat demi menyukseskan program strategis ini.

Data mencengangkan dipaparkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam laporan virtualnya. Panen Raya Kuartal II kali ini mencakup lahan raksasa seluas 189.706 hektare di seluruh Indonesia dengan potensi hasil bumi mencapai 1,23 juta ton jagung.

Lebih dari sekadar menjaga keamanan, Polri kini bertransformasi menjadi motor penggerak inovasi pertanian. Beberapa program unggulan yang ikut diluncurkan meliputi:

  • Teknologi Tanah:Penggunaan biochar untuk kesuburan lahan jangka panjang.
  • Modernisasi Pasca-Panen: Penyediaan alat vertical dryer.
  • Permodalan Mandiri: Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30,3 miliar untuk 714 kelompok tani binaan di delapan Polda.

Momentum ini juga ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri secara serentak di berbagai wilayah.

Usai seremoni virtual, Wakapolda Malut bersama seluruh rombongan langsung menyingsingkan lengan baju. Mereka berbaur dengan petani di ladang Desa Oba, memetik jagung hasil keringat lokal yang menjadi bagian dari target swasembada pangan nasional.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram, menegaskan bahwa kehadiran jajaran Polda Malut di Sofifi adalah bukti bahwa Polri tidak tinggal diam dalam urusan urat nadi pangan masyarakat.

"Kegiatan ini adalah bukti nyata sinergi emas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan para petani, " pungkasnya.

Polda Maluku Utara berkomitmen penuh untuk terus mengawal, mendorong, dan mendampingi petani kita agar produktivitas pertanian di Bumi Moloku Kie Raha ini terus meningkat. (Jul/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini