![]() |
| Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Kota Ternate, Munira Assagaf |
TERNATE, JurnalMalut.com – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Provinsi Maluku Utara yang digelar pada 2 Mei 2026 menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar SMA Negeri 8 Kota Ternate.
Di hadapan para pejabat tinggi daerah, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Kota Ternate, Munira Assagaf, resmi dinobatkan sebagai Juara Pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) kategori Kepala Sekolah tingkat Provinsi Maluku Utara, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut.
Kemenangan ini terasa sangat istimewa karena diumumkan langsung dalam upacara besar yang dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, serta jajaran pimpinan SKPD lainnya.
Membangun Ekosistem Riset
Dalam kompetisi yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan siswa terbaik dari seluruh penjuru Maluku Utara ini, Munira Assagaf mengusung judul karya tulis yang visioner: “Optimalisasi Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah dalam Membangun Ekosistem Riset Siswa Melalui Pembinaan Karya Tulis Ilmiah di SMA Negeri 8 Kota Ternate.”
Inti dari karya tulis ini adalah strategi kepemimpinan yang fokus pada pengembangan intelektual siswa.
Munira menekankan bahwa sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi harus menjadi laboratorium penciptaan ilmu pengetahuan.
Terinspirasi dari Semangat Siswa
Sambil menahan haru, Munira mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi. Namun, motivasi terbesarnya bukanlah sekadar mengejar piala, melainkan rasa kagumnya terhadap tradisi akademik yang sudah berjalan di sekolahnya.
"Saya sangat terharu. Jujur, ini pertama kalinya saya ikut lomba karya tulis seperti ini. Inspirasi saya datang dari anak-anak didik saya sendiri. Setiap kali ujian, mereka terbiasa menyusun karya tulis ilmiah. Semangat mereka itulah yang saya tuangkan ke dalam tulisan ini," ungkap Munira dengan nada haru. Senin, 4 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa visinya adalah mengubah pola pikir siswa dari sekadar "penikmat" menjadi "pencipta".
"Tujuan utama saya adalah agar siswa jangan hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga harus mampu menjadi produsen pengetahuan. Kami ingin mereka berpikir kritis melalui riset," tegasnya.
Dua Kategori Lomba
Lomba untuk kategori Kepala Sekolah dalam memperingati Hardiknas tahun ini dibagi menjadi dua skema, yakni karya tulis ilmiah (best practice) dan video praktik baik.
Keberhasilan Munira meraih peringkat pertama di bidang penulisan ilmiah menunjukkan kualitas manajerial dan akademik yang luar biasa dalam mengelola institusi pendidikan di Kota Ternate.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik di Maluku Utara untuk terus berinovasi dan membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Bumi Moloku Kie Raha mampu bersaing di kancah yang lebih (Tim)
