![]() |
| DPD KNPI Maluku Utara saat melakukan pertemuan strategis Kepala BPJN Malut |
TERNATE, JurnalMalut.com – Sebuah babak baru dalam pengawasan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara resmi dimulai.
DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara melakukan pertemuan strategis dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara pada Senin (04/05/2026).
Dalam pertemuan tersebut, mereka membawa misi besar yakni memastikan setiap jengkal aspal berdampak nyata bagi masyarakat.
Pertemuan ini menjadi istimewa karena disambut langsung oleh Abdul Hamid Payapo, yang akrab disapa Mato. Sejak dipercaya menjabat sebagai Plt. Kepala BPJN Maluku Utara pada 24 April lalu, Mato langsung menunjukkan gerak cepat dengan merangkul pemuda sebagai mitra kritis.
Dalam diskusi tersebut, Mato menegaskan bahwa membangun jalan tidak bisa dilakukan secara eksklusif oleh pemerintah saja.
"Kami membuka diri seluas-luasnya. Pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya soal aspal dan beton, tapi soal bagaimana kita membangun masa depan Maluku Utara bersama-sama," ungkap Mato
Sikap terbuka ini disambut antusias oleh Ketua KNPI Maluku Utara, Imanullah Muhammad. Ia menegaskan bahwa KNPI siap menjadi "mata dan telinga" masyarakat untuk mengawal proyek-proyek strategis di lapangan.
"Kami ingin ada sharing program yang konkret. KNPI membawa suara dari pelosok desa hingga kota demi memastikan konektivitas di Maluku Utara benar-benar terwujud," tegas Imanullah.
Tak sekadar seremonial, pengurus KNPI datang dengan "catatan merah" terkait titik-titik infrastruktur yang butuh perhatian mendesak.
Alan Ilyas, salah satu Ketua Bidang KNPI, menyoroti beberapa jalur urat nadi ekonomi yang masih menantang, seperti: Ruas Payahe-Saketa, Jalan Lingkar Obi, Konektivitas Halteng-Haltim Serta titik-titik krusial di Halmahera Selatan.
Alan menekankan pentingnya intervensi pusat melalui BPJN ketika anggaran daerah (APBD) mengalami keterbatasan.
Sementara itu, Sekretaris KNPI, Samir Jahum, secara khusus menitipkan harapan warga Pulau Makian yang sangat mendambakan akses transportasi darat yang layak.
Merespon tumpukan aspirasi tersebut, Abdul Hamid Payapo berjanji akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Ia memastikan setiap masukan dari KNPI akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas pembangunan ke depan. (Tim)
