![]() |
| Benyamin Idris |
TERNATE, JurnalMalut.com – Tensi di internal Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Maluku Utara kian memuncak. Rencana penunjukan caretaker oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI untuk menyelesaikan kisruh organisasi justru memicu gelombang protes dari para senior.
Senior HIPMI Malut, Benyamin Idris, secara terbuka menyatakan penolakan keras terhadap isu penunjukan Bahtiar Kader sebagai caretaker. Bahtiar, yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) HIPMI Malut, dinilai sebagai bagian dari masalah, bukan solusi.
"BPP jangan mengirim orang yang sudah gagal dan menjadi bagian dari konflik untuk menyelesaikan masalah di Malut. Ini justru akan memperkeruh suasana," tegas Benyamin dalam pernyataan sikapnya, Sabtu (02/05).
Benyamin menilai, mandeknya tahapan Musyawarah Daerah (Musda) BPD HIPMI Malut merupakan bukti nyata ketidakmampuan Bahtiar dalam membangun komunikasi antarpihak. Alih-alih menjadi penengah, Bahtiar justru dituding terlibat terlalu jauh dalam dinamika internal yang berujung konflik.
Ia pun memperingatkan Ketua Umum dan Sekjen BPP HIPMI agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan strategis.
Menurutnya, latar belakang Bahtiar sebagai Korwil maupun mantan Ketua Umum BPD tidak boleh menjadi jaminan tunggal.
"Kami sangat tahu apa prestasi dan kualitas kader ke-HIPMI-annya. Jangan hanya berdasarkan pertimbangan jabatan lama, tapi lihat realitanya di lapangan," jelasnya.
Kekhawatiran akan terjadinya kevakuman organisasi menjadi alasan utama para senior meminta BPP selektif. Benyamin mendesak agar kursi caretaker diberikan kepada sosok yang benar-benar netral dan bebas dari kepentingan konflik Musda.
"Penunjukan caretaker seharusnya diberikan kepada pihak yang dinilai bebas konflik agar bisa menyelesaikan persoalan organisasi yang mengarah pada kevakuman," pungkasnya. (Tim)
