| gubernur Malut |
Peluncuran dipusatkan di Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, Sabtu (14/2/2026).
Gubernur, Sherly Tjoanda, mengatakan program ini merupakan bagian dari penajaman arah kebijakan penanganan kemiskinan di daerah.
Menurutnya,
penanganan RTLH bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga memperkuat sistem
pelaksanaan, menjaga martabat warga, serta memastikan akuntabilitas kebijakan
publik.
"Program ini
bukan hanya soal jumlah rumah yang dibangun, tetapi bagaimana pelaksanaannya
tepat waktu, tepat metode, dan bermutu," kata Sherly.
Ia menjelaskan,
peluncuran program tahun ini dimajukan ke bulan Februari, berbeda dengan tahun
sebelumnya yang dilakukan pada Agustus. Langkah yang diambil, kata Sherly untuk
menghindari kendala musim hujan di akhir tahun yang kerap menghambat proses pembangunan
dan menurunkan kualitas hasil pekerjaan.
"Tahun lalu
kita launching di Agustus, tahun ini di Februari supaya cepat selesai. Karena
Oktober, November, Desember sudah hujan, kita tidak bisa bangun lagi
rumahnya," jelasnya.
RTLH tahun 2026 sebanyak 1.200 unit meningkat signifikan
dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 700 unit. Meski demikian, Pemprov menegaskan bahwa indikator
keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari kuantitas.
Lanjut Sherly,
pemerintah merancang RTLH 2026 dengan standar desain yang seragam, skema
anggaran yang lebih terstruktur, serta mekanisme distribusi dan serah terima
material yang lebih ketat.
Salah satu poin
penting yang ditekankan adalah kewajiban verifikasi langsung oleh penerima
manfaat saat menerima material bangunan. Hal ini dilakukan untuk menghindari
persoalan yang terjadi pada tahun sebelumnya.
"Ketika ibu
menerima bahan material, pastikan dihitung. Tahun kemarin yang menerima tidak
menghitung, di akhir saling menyalahkan," tegasnya. (jm)