-->


Pemda Halut bersama WVI Gelar Diseminasi Peta Jalan Percepatan Literasi dan Numerasi

Editor: Jurnalmalut
Istimewa 

TOBELO, JurnalMalut.com - Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar kegiatan Diseminasi Peta Jalan Percepatan Literasi dan Numerasi Tahun 2025–2030.

Kegiatan sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan dan meningkatkan kompetensi dasar peserta didik di daerah. Selasa 10 Februari 2026 bertempat di ruang Fredy Tjandua.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transformasi pendidikan, khususnya dalam penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sejak jenjang pendidikan dasar.

Diseminasi tersebut dihadiri oleh perwakilan WVI,unsur pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta mendapatkan pemahaman komprehensif terkait arah kebijakan, strategi, serta program prioritas percepatan literasi dan numerasi hingga tahun 2030.

Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ikhtiar melalui peta jalan ini merupakan sebuah proyek besar dalam menyiapkan mutu pendidikan yang berdampak pada terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

“Melalui peta jalan ini, kita berupaya membangun pendidikan yang bermutu, sehingga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing dan unggul,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa visi utama pemerintah daerah adalah mewujudkan masyarakat yang sehat dan terdidik. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang diakui secara global sebagai ukuran kemajuan suatu daerah.

“Daerah dikatakan maju dan berkembang bukan hanya dari pembangunan fisik, tetapi dari kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan menjadi dasar utama dalam membangun daerah,” jelas Kasman.

Lebih lanjut, Wabup menuturkan bahwa hasil pembangunan di sektor pendidikan tidak dapat diukur secara instan seperti pembangunan infrastruktur. Dampaknya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang, antara lima hingga lima belas tahun ke depan.

“Pendidikan adalah proses yang terstruktur dan disengaja, namun hasilnya membutuhkan waktu untuk terlihat. Karena itu, konsistensi dan komitmen sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (Sl/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini