-->


IKAAL Maluku Utara Menata Ulang Peran Alumni Menjelang Pelantikan

Editor: Jurnalmalut
Rapat pemantapan pelantikan pengurus IKAAL Maluku Utara di Sekretariat, Kalumpang, Ternate, Kamis malam, 22 Januari 2026. (dok. Irfan)

TERNATE, JurnalMalut.com -  Menjelang pelantikan pengurus baru dan rapat kerja wilayah, Ikatan Alumni Abna Alkhairaat (IKAAL) Provinsi Maluku Utara mulai menata ulang langkah. 

Rapat persiapan yang digelar di Sekretariat Komwil, Kalumpang, Ternate, Kamis malam, 22 Januari 2026, tak hanya membahas teknis kegiatan, tetapi juga mengulang pertanyaan lama: sejauh mana alumni masih merasa memiliki Alkhairaat.

Ketua Wilayah IKAAL Maluku Utara, Muhammad Abusama, menyebut amanah yang kembali ia emban sebagai bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab moral. 

Menurut dia, perjuangan alumni tak boleh berhenti pada rutinitas organisasi, melainkan harus berangkat dari keikhlasan untuk memajukan Alkhairaat. “Pada prinsipnya, kita berjuang dengan ikhlas untuk Alkhairaat. Setiap aktivitas harus membawa keberkahan,” kata Abusama.

Ia menegaskan, tanggung jawab membesarkan Alkhairaat tidak semata berada di pundak pengurus. Seluruh alumni, lintas generasi dan latar belakang, memikul kewajiban yang sama. 

Abusama mengingatkan kembali prinsip perjuangan Guru Tua yang menempatkan jiwa, raga, dan harta sebagai bentuk pengabdian. “Alkhairaat bukan hanya milik struktur. Semua alumni bertanggung jawab,” ujarnya.

Abusama juga menyoroti kecenderungan sebagian alumni yang lebih memilih menjadi pengamat atau pengkritik dari kejauhan. Menurut dia, IKAAL seharusnya menjadi ruang bersama yang inklusif—menghimpun alumni perempuan dan laki-laki, muda maupun tua—untuk bergerak, bukan sekadar bersuara.

Sementara, Dewan Pembina IKAAL Provinsi Maluku Utara, Adam Marus, menilai pengaruh Alkhairaat di Maluku Utara masih terasa kuat secara sosiologis. Namun, dari sisi kelembagaan dan daya saing pendidikan, posisinya dinilai kian terdesak. 

“Dulu Alkhairaat Kalumpang dianggap miniatur Maluku Utara,” kata Adam, mengingat masa ketika lembaga ini menjadi rujukan pendidikan dan kaderisasi lintas wilayah. Kini, menurut dia, romantisme sejarah itu tak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman.

Adam menilai Alkhairaat menghadapi persoalan mendasar: kuat di ingatan kolektif masyarakat, tetapi melemah dalam kualitas dan daya saing. Karena itu, ia mendorong upaya serius untuk mengembalikan peran strategis Alkhairaat, salah satunya melalui gagasan pendirian universitas Alkhairaat di Maluku Utara.

Momentum kepengurusan baru IKAAL, kata Adam, harus dimanfaatkan untuk merumuskan arah masa depan Alkhairaat secara terbuka dan kolektif. “Pengurus baru harus punya semangat baru dan pola pikir baru,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan ulang tokoh-tokoh strategis Alkhairaat, di antaranya Ustaz Yahya Misbah, Thaha Abdul Wahab, dan Prof. Gufran Ali Ibrahim. Pemikiran dan pengalaman para tokoh tersebut dinilai penting sebagai rujukan dalam menyusun agenda kelembagaan yang lebih relevan.

Di tengah perubahan lanskap komunikasi publik, Adam mengkritik minimnya pemanfaatan media oleh alumni Alkhairaat. Padahal, banyak alumni yang berkiprah sebagai pendiri media dan jurnalis. “Kegiatan ada, tapi nyaris tak terdengar. Ini masalah serius,” katanya.

Ia mengusulkan optimalisasi media massa dan media sosial, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), sebagai ruang dialog publik untuk membicarakan Alkhairaat—bukan sekadar nostalgia, melainkan sebagai institusi yang terus berproses.

Selain penguatan citra, Adam menilai keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk penanganan bencana, penting untuk menjaga relevansi Alkhairaat di tengah masyarakat.

Pandangan tersebut mendapat dukungan peserta rapat, termasuk Abusama. Ia menegaskan bahwa media dan media sosial merupakan dua instrumen strategis yang tak bisa diabaikan jika IKAAL ingin membangun gerakan alumni yang solid dan berpengaruh ke depan.

Dalam rapat tersebut, panitia menyepakati pelantikan pengurus baru IKAAL Maluku Utara akan digelar pada 10 Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 28 Februari 2026. Pelantikan direncanakan dirangkaikan dengan buka puasa bersama sebagai simbol penguatan kebersamaan dan solidaritas alumni.

Rapat yang dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Zahra Hanafi itu berlangsung hangat dan penuh diskusi. Dihadiri juga Sekretaris IKAAL Mujur G. Somadayo, Sekretaris Komwil Alkhairaat Rahmat Harun, serta sejumlah pengurus IKAAL lainnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini