| gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos |
Sejumlah program strategis berskala lokal hingga nasional
telah disiapkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, mulai dari pembenahan
data sosial, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, hingga gebrakan
pembangunan infrastruktur jalan.
Tak butuh waktu lama, pada 6 Januari 2026, Pemprov Maluku
Utara langsung meluncurkan program pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi
Nasional (DTSEN) di Tedeng, Halmahera Barat. Berkolaborasi dengan Badan Pusat
Statistik (BPS) RI, langkah ini diambil agar seluruh bantuan pemerintah—seperti
BLT, bantuan perumahan, beasiswa, hingga Program Keluarga Harapan (PKH)—bisa
tepat sasaran.
"Data harus benar-benar valid supaya ke depan semua
bantuan dan pertolongan dari pemerintah tidak salah alamat," tegas Sherly
saat menggelar Open House. Pada hari yang sama, jika tidak ada kendala,
Pemprov juga menjadwalkan peletakan batu pertama untuk proyek relokasi Desa
Sidangoli Dehe.
Untuk sektor
pendidikan, Pemprov menggandeng raksasa teknologi dan lembaga pendidikan
ternama seperti Microsoft, Acer, serta Sampoerna Foundation. Langkah
berani ini diambil dengan target besar. "Sekarang fokus kita adalah
kualitas. Sekolah yang sebelumnya berada di peringkat 48, targetnya harus bisa
menembus 10 besar," ujar Sherly optimistis. Sementara untuk sekolah
swasta, program pendidikan gratis ini bersifat sukarela.
Salah satu proyek besar yang siap dikebut adalah pembukaan
ruas jalan Ekor–SP4 sepanjang kurang lebih 29 kilometer. Selain itu, sejumlah
ruas jalan penting seperti Leloda, Trans Kiraaha, Daehepodo–Payahe,
Daehepodo–Saketa, Sula, Obi, hingga Bacan Timur dijadwalkan masuk tahap kontrak
pada Januari 2026. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan
Januari.
"Harapannya, sebelum 15 Maret, jalan-jalan strategis
tersebut sudah selesai dibangun dan bisa langsung dilewati oleh
masyarakat," pungkas Sherly. Bersamaan dengan itu, program pro-rakyat
lainnya seperti mudik gratis juga dipastikan akan tetap berlanjut di tahun ini.
(jm)