Gas Pol di Awal Tahun, Gubernur Sherly Tjoanda Siapkan Lompatan Besar untuk Maluku Utara di 2026

Editor: Jurnalmalut

gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos

SOFIFI, JurnalMalut. com – Mengawali tahun 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda langsung bergerak cepat.

Sejumlah program strategis berskala lokal hingga nasional telah disiapkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, mulai dari pembenahan data sosial, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, hingga gebrakan pembangunan infrastruktur jalan.

Tak butuh waktu lama, pada 6 Januari 2026, Pemprov Maluku Utara langsung meluncurkan program pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Tedeng, Halmahera Barat. Berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) RI, langkah ini diambil agar seluruh bantuan pemerintah—seperti BLT, bantuan perumahan, beasiswa, hingga Program Keluarga Harapan (PKH)—bisa tepat sasaran.

"Data harus benar-benar valid supaya ke depan semua bantuan dan pertolongan dari pemerintah tidak salah alamat," tegas Sherly saat menggelar Open House. Pada hari yang sama, jika tidak ada kendala, Pemprov juga menjadwalkan peletakan batu pertama untuk proyek relokasi Desa Sidangoli Dehe.

Komitmen Pendidikan dan Kesehatan: Geser Fokus ke Kualitas
Di sektor pelayanan dasar, Gubernur Sherly memastikan program pendidikan dan layanan kesehatan gratis tetap berjalan. Namun, di tahun 2026 ini, fokus utama dialihkan pada peningkatan mutu pelayanan.

Untuk sektor pendidikan, Pemprov menggandeng raksasa teknologi dan lembaga pendidikan ternama seperti Microsoft, Acer, serta Sampoerna Foundation. Langkah berani ini diambil dengan target besar. "Sekarang fokus kita adalah kualitas. Sekolah yang sebelumnya berada di peringkat 48, targetnya harus bisa menembus 10 besar," ujar Sherly optimistis. Sementara untuk sekolah swasta, program pendidikan gratis ini bersifat sukarela.

Konektivitas Wilayah: Target Jalan Baru Tuntas Maret
Sektor infrastruktur juga mendapat porsi perhatian besar. Pemprov Maluku Utara menargetkan pembangunan dan pembukaan jalan sepanjang 10 hingga 20 kilometer di seluruh kabupaten dan kota pada tahun ini.

Salah satu proyek besar yang siap dikebut adalah pembukaan ruas jalan Ekor–SP4 sepanjang kurang lebih 29 kilometer. Selain itu, sejumlah ruas jalan penting seperti Leloda, Trans Kiraaha, Daehepodo–Payahe, Daehepodo–Saketa, Sula, Obi, hingga Bacan Timur dijadwalkan masuk tahap kontrak pada Januari 2026. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Januari.

"Harapannya, sebelum 15 Maret, jalan-jalan strategis tersebut sudah selesai dibangun dan bisa langsung dilewati oleh masyarakat," pungkas Sherly. Bersamaan dengan itu, program pro-rakyat lainnya seperti mudik gratis juga dipastikan akan tetap berlanjut di tahun ini. (jm)

Share:
Komentar

Berita Terkini