Warga Jambula Nilai Pembangunan Sabo Dam Memberikan Dampak Baik

Editor: Jurnalmalut

 

Istimewa

TERNATE, JurnalMalut.com – Warga Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, menilai pembangunan sabo dam yang di kerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara sangat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya mengurangi risiko bencana yang dapat mengancam permukiman warga.

Ketua LPM Kelurahan Jambula Fahri mengatakan, pembangunan infrastruktur pengendali aliran material tersebut diharapkan mampu menahan sedimen, batu, dan material lainnya yang terbawa aliran air saat hujan deras.

"Pekerjaan Sabo Dam ini tentu dapat meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan masyarakat di sekitar kawasan tersebut,"ucapnya, Sabtu (24/10/26).

Menurutnya, keberadaan sabo dam menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak aliran material dari kawasan perbukitan.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali sedimen, pembangunan ini juga sangat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana," jelasnya.

Ia berharap pembangunan sabo dam dapat diselesaikan dengan baik dan diikuti dengan pemeliharaan secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Masyarakat juga diharapkan turut menjaga lingkungan di sekitar bangunan tersebut agar fungsi pengendalian aliran material dapat berjalan secara optimal.

Dengan adanya pembangunan sabo dam, kami sebagai warga Kelurahan Jambula berharap upaya perlindungan terhadap permukiman dan keselamatan masyarakat semakin baik, sekaligus mendukung penanganan risiko bencana di wilayah Kota Ternate," tandasnya.

Ketua Pemuda Jambula, Aldrian, meminta seluruh kelompok, baik individu maupun kelompok yang terorganisasi, untuk menghentikan polemik terkait pembangunan proyek Sabo Dam di Kelurahan Jambula.

Menurutnya, Jambula merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana banjir, sehingga pembangunan Sabo Dam sangat penting bagi keselamatan dan kepentingan masyarakat setempat.

“Saya hadir sebagai Ketua Pemuda sekaligus Ketua LPM. Keinginan kami adalah agar proyek ini dapat berjalan dengan baik. Karena itu, kepentingan-kepentingan pribadi yang dapat menghambat pembangunan ini harus dihentikan. Sebab, jika proyek ini tidak berjalan, dampaknya akan merugikan masyarakat Jambula ke depannya,” tegas Aldrian.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Jambula yang berada di kawasan pertemuan tiga wilayah membuat masyarakat rentan terdampak banjir, terutama saat hujan deras. Jika pembangunan Sabo Dam tidak dilanjutkan, risiko banjir dikhawatirkan semakin besar dan dapat merusak permukiman maupun lingkungan masyarakat.

“Saya berharap kelompok-kelompok yang membawa kepentingan pribadi dalam proyek ini bisa menghentikannya mulai sekarang. Jangan sampai kepentingan segelintir orang justru merugikan masyarakat banyak. Pada akhirnya, masyarakat Jambula sendiri yang akan menanggung dampaknya,” tutupnya. (Ham/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini