![]() |
| Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Sahdan Abjan |
JAKARTA, JurnalMalut.com – Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA Halsel) se-Jabodetabek-Banten melayangkan kritik kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan (Halsel) serta seluruh anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Gane.
Sikap ini dipicu oleh ketidakpedulian yang nyata, kelambatan merespons, dan ketiadaan aksi konkret di lapangan pascabencana kebakaran hutan serta perkebunan produktif milik warga yang melanda wilayah Gane Barat Selatan.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Sahdan Abjan, mengatakan kebakaran yang melanda area perkebunan kelapa dan cengkeh tidak hanya mengancam ekosistem, namun telah melumpuhkan total sumber mata pencaharian utama warga setempat.
Sahdan menegaskan bahwa Pemda Halsel di bawah kepemimpinan Bupati terkesan menutup mata. Otoritas daerah dinilai gagal menggerakkan instansi teknis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian untuk melakukan lokalisasi api secara sistematis guna menyelamatkan sisa kebun warga.
"Kebakaran yang terus meluas dan berlangsung selama 2 hari tanpa kendali ini dipandang sebagai bukti nyata lemahnya mitigasi krisis lingkungan dan kebencanaan dari Pemda, " ujarnya, Sabtu (3/10/26).
Selain itu, Kritik pedas juga dialamatkan kepada jajaran legislatif. Para anggota DPRD Halsel dari Dapil Gane disorot karena bersikap pasif dan seolah tidak peduli dengan petaka ekonomi yang menimpa konstituen mereka.
"Kebakaran hutan dan kebun warga di Gane Barat Selatan ini adalah bencana ekonomi dan ruang hidup rakyat. Ratusan pohon kelapa dan pala yang dirawat bertahun-tahun lenyap menjadi abu. Di mana suara dan kepedulian anggota DPRD Dapil Gane? " tegas Sahdan.
Atas kondisi kritis kemanusiaan dan ekonomi yang melanda Gane Barat Selatan, HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten mengeluarkan 5 tuntutan tegas:
- Mendesak Pemda Halsel untuk segera menerjunkan tim penanggulangan bencana karhutla skala besar lengkap dengan fasilitas pemadam ke Gane Barat Selatan guna memutus perambatan titik api secepatnya.
- Menuntut Pemda Halsel melakukan pendataan komprehensif atas kerugian lahan kebun warga dan memberikan skema ganti rugi atau bantuan bibit tanaman produktif jangka panjang bagi petani terdampak.
- Mendesak DPRD Dapil Gane untuk menghentikan rutinitas seremonialnya dan segera turun memimpin pengawasan penanggulangan karhutla di dapilnya, serta segera menginisiasi rapat darurat alokasi anggaran penanganan bencana.
- Menuntut Transparansi Anggaran tanggap darurat daerah agar alokasinya benar-benar dirasakan oleh masyarakat adat dan petani di Gane Barat Selatan yang saat ini kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran.
- Mendesak Bupati Ali Basam Kasuba untuk segera mencopot Kepala Dinas (Kadis) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel.
HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten memperingatkan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada langkah strategis dari Pemda Halsel maupun DPRD Dapil Gane, maka HIPMA Halsel siap melakukan konsolidasi massa demi membela hak-hak hidup petani Gane Barat Selatan yang kini sedang terancam. (JM)
