Dinilai Anarkis, Aksi Demonstrasi di Bogor Tuai Sorotan Keras Tokoh Masyarakat

Editor: Jurnalmalut
Aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan massa di jantung Kota Bogor, Jawa Barat,

BOGOR, JurnalMalut.com – Aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan massa di jantung Kota Bogor, Jawa Barat, berakhir dengan catatan merah. Alih-alih menjadi ajang penyampaian aspirasi yang sehat, demonstrasi tersebut justru menuai kecaman karena dinilai anarkis dan mengganggu kenyamanan warga.

Kekacauan yang sempat terjadi di lapangan memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya datang dari Kang Endik, tokoh masyarakat setempat yang dikenal vokal menyuarakan kedamaian.

Kang Endik menegaskan bahwa demo memang hak setiap warga negara yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945. Namun, ia menyayangkan jika hak tersebut disalahgunakan untuk menciptakan kegaduhan.

"Kita sepakat aspirasi itu boleh, tapi bukan berarti bebas berbuat kekerasan. Menjaga keutuhan bangsa itu jauh lebih penting daripada memicu konflik kepentingan di jalanan," tegas Kang Endik pada Kamis (30/04/2026).

Menurutnya, orasi yang santun adalah kunci agar pesan yang ingin disampaikan benar-benar didengar, bukan justru menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Kang Endik mengajak warga Kota Bogor untuk lebih fokus mengawal stabilitas keamanan demi kelancaran program strategis pemerintah. 

Ia juga menyoroti beberapa program krusial yang tengah berjalan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih.

"Sebagai warga negara yang baik, seharusnya kita mendukung penuh program yang bertujuan menyejahterakan rakyat ini. Mari bergandengan tangan agar program-program tersebut terlaksana maksimal, bukan malah menghambatnya dengan aksi-aksi kontraproduktif," tambahnya.

Senada dengan Kang Endik, sejumlah elemen masyarakat Bogor menyatakan komitmen serupa. Mereka sepakat untuk tetap konsisten mendukung langkah pemerintah dalam mendongkrak taraf hidup masyarakat Indonesia ke depan.

"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. NKRI harga mati!" pungkas Kang Endik menutup pernyataannya dengan semangat persatuan. (Ar)

Share:
Komentar

Berita Terkini