![]() |
| Istimewa |
TERNATE, JurnalMalut.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kepolisian Daerah Maluku Utara menunjukkan komitmen nyata dalam membantu masyarakat di wilayah terpencil. Melalui program inovatif bernama "Jembatan Merah Putih Presisi", Korps Bhayangkara fokus membuka akses transportasi warga yang selama ini terisolasi di berbagai pelosok daerah.
Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Lewat inisiatif ini, kepolisian membuktikan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melainkan juga hadir menjadi solusi konkret atas keterbatasan infrastruktur dasar di wilayah terluar.
Sepanjang tahun 2026, Polda Maluku Utara bersama jajaran Polres di bawahnya bergerak serentak membangun belasan jembatan secara bertahap. Mulai dari proses pemetaan, pekerjaan pondasi, pembangunan struktur utama, hingga tahap penyelesaian akhir dilakukan dengan gotong royong.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan institusinya untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini sulit dijangkau oleh moda transportasi darat.
Peta pembangunan jembatan ini tersebar luas di berbagai kabupaten dan kota dengan karakteristik medan yang bervariasi:
- Kabupaten Halmahera Utara: Satuan Brimob Polda Maluku Utara membangun jembatan beton di Desa Salube, Kecamatan Loloda, untuk memperlancar mobilitas warga setempat. Selain itu, jembatan juga dibangun untuk menghubungkan Desa Toboulamo dan Desa Takimo di Kecamatan Kao Barat.
- Kota Tidore Kepulauan: Polresta Tidore membangun Jembatan Gunung Mangga. Infrastruktur vital ini menghubungkan Desa Selamalofo di Kecamatan Oba Selatan dengan Desa Kususinopa di Kecamatan Oba, yang menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian warga.
- Kabupaten Pulau Taliabu: Polres setempat bergerak cepat menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung Desa Wayo dan Desa Bobong di Dusun Tanjung Sari hanya dalam waktu 12 hari demi memulihkan akses aktivitas masyarakat yang sempat terputus.
- Kabupaten Kepulauan Sula: Dua titik jembatan berhasil dibangun, yakni di Desa Kabau Darat, Kecamatan Sulabesi Barat, serta perbaikan Jembatan Hol Merah Putih yang menghubungkan Desa Leko Sula dan Desa Leko Kadai. Jembatan ini memangkas waktu perjalanan para pelajar antarkecamatan Mangoli Barat dan Mangoli Utara.
- Kabupaten Halmahera Timur: Pembangunan difokuskan pada jembatan di Kali Waibua yang menghubungkan Desa Saolat dan Desa Wasileo di Kecamatan Maba Utara.
- Kabupaten Halmahera Selatan: Polres setempat membangun Jembatan Merah Putih Kaireu di wilayah Kecamatan Bacan Timur.
- Kabupaten Halmahera Tengah: Polisi membangun jembatan darurat di Desa Wedana, Kecamatan Weda, guna mempermudah akses warga menuju area pemakaman umum.
- Kabupaten Halmahera Barat: Jembatan darurat berbahan batang kelapa dibangun untuk menghubungkan jalur darat antara Kecamatan Ibu Utara, Desa Going, dan Kecamatan Loloda.
Sebagai puncak dari rangkaian program ini, Polda Maluku Utara dijadwalkan meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi “Tubulew” yang terletak di Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Peresmian tersebut menjadi simbol komitmen jangka panjang Polri dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional. Irjen Pol. Arif Budiman berharap seluruh jembatan yang telah dibangun ini dapat memberikan manfaat nyata, mendongkrak aktivitas ekonomi lokal, serta meringankan beban hidup masyarakat di wilayah yang sebelumnya terisolasi. (Jul/Red)
.jpeg)