Hasil Panen Tomat Perdana Desa Waigitang Capai 2 Ton

Editor: Jurnalmalut
Istimewa 

HALSEL, JurnalMalut.com — Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Desa Waigitang, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, sukses melaksanakan panen perdana tanaman tomat di lahan demplot seluas 1,5 hektar pada Jumat (07/08/2026).

Momentum penting ini dihadiri langsung oleh Camat Pulau Makian, Pemerintah Desa dan BPD Waigitang, Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pulau Makian, Fasilitator Kabupaten/Kecamatan, serta para Kader Desa se-Kecamatan Pulau Makian. 

Kehadiran berbagai unsur ini sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama terhadap hasil produksi dan tantangan nyata yang dihadapi petani di lapangan.

Ketua KPB Desa Waigitang, M. Jabir Muhammad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Halid Kader selaku PIC Zona Makian, serta Mudais Abdullah dan Arifandi A Hi Soleman selaku Fasilitator Kecamatan atas bimbingan dan motivasi berkelanjutan hingga tahap panen.

Jabir menjelaskan bahwa dari pembibitan awal sebanyak 15.000 pohon, tanaman yang berhasil tertanam di lahan mencapai kurang lebih 14.000 pohon. Dalam kondisi cuaca normal dan pertumbuhan optimal, kelompok sebenarnya menargetkan total produksi yang cukup besar, yakni mencapai 20 ton.

Namun, kondisi di lapangan tidak sesuai proyeksi akibat hantaman musim kemarau. Keterbatasan ketersediaan air di wilayah Pulau Makian membuat pertumbuhan buah tomat tidak maksimal, sehingga hasil pada panen perdana ini baru mencapai sekitar 2 ton.

Meski demikian, KPB Desa Waigitang tetap optimistis. Mereka memproyeksikan total produksi hingga seluruh tanaman selesai dipanen nantinya dapat menyentuh angka 8 ton. Dengan asumsi harga jual tomat di pasaran saat ini berada pada kisaran Rp15.000 per kilogram, kelompok berpotensi mengantongi pendapatan kotor hingga Rp120.000.000.

Di sisi lain kata Jabir, tantangan alam ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar. Masalah pemasaran sama sekali tidak menjadi kendala bagi KPB Desa Waigitang. Permintaan komoditas tomat di wilayah Kecamatan Pulau Makian saat ini tergolong sangat tinggi, bahkan hasil panen kelompok diperkirakan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat lokal.

Peluang ekonomi yang besar ini menjadi modal berharga bagi kelompok untuk mengembangkan usaha pertanian secara lebih serius. Namun, tingginya permintaan pasar ini juga menuntut adanya peningkatan produktivitas agar pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

" Pengalaman panen di tengah musim kemarau ini memberikan catatan penting bahwa keberhasilan program pertanian di wilayah kepulauan tidak hanya bertumpu pada penyediaan bibit dan penanaman. Kedepannya, diperlukan langkah antisipasi konkret seperti penguatan sumber air, penerapan teknologi pengairan sederhana, sistem penyiraman yang efektif, serta perencanaan musim tanam yang lebih matang, " ujarnya.

Ia berharap, Kehadiran BPP Kecamatan Pulau Makian mampu memperkuat pendampingan teknis, mulai dari pengairan, pemupukan, hingga pengendalian hama.

Panen perdana ini membuktikan bahwa Program TEKAD berhasil membuka peluang usaha ekonomi riil di tingkat desa. 

Keberlanjutan dan kesuksesannya kini bertumpu pada komitmen kelompok dalam menjaga kualitas hasil, ketertiban manajemen keuangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah desa, kecamatan, penyuluh, dan pendamping program. (Jul/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini