-->

Asah Nalar Kritis, Siswa SMAN 8 Ternate Jalani Ujian Sekolah Berbasis Karya Tulis Ilmiah

Editor: Jurnalmalut
Siswa SMA Negeri 8 Kota Ternate saat melaksanakan ujian sekolah berbasis Karya Tulis Ilmiah 

TERNATE, JurnalMalut.com – Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Ternate mulai menerapkan inovasi dalam metode kelulusan. 

Alih-alih hanya mengandalkan ujian tulis konvensional, kini semakin banyak sekolah yang mewajibkan siswanya menyusun dan mempertahankan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai syarat kelulusan utama. Salah satunya Sekolah SMA Negeri 8 Kota Ternate yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, penelitian, dan penulisan sistematis sebelum mereka melangkah ke jenjang perguruan tinggi. 

Simulasi Sidang Skripsi

Menurut Ketua Panitia Miftakhul Khasanah, S, Si, M, Pd, mengatakan pelaksanaan ujian KTI ini biasanya didesain menyerupai sidang skripsi di universitas. Di SMA Negeri 2 Kota Ternate, misalnya, siswa harus memaparkan hasil penelitian mereka di hadapan tim penguji. Proses ini mencakup:

  • Presentasi Mandiri: Siswa menjelaskan latar belakang, metode, hingga hasil temuan mereka.
  • Sesi Tanya Jawab: Penguji memberikan pertanyaan kritis untuk menguji keabsahan data dan pemahaman siswa.

Pertanggungjawaban Ilmiah: Siswa belajar mempertahankan argumen berdasarkan data yang telah mereka kumpulkan selama masa penelitian. 

Topik yang Inovatif dan Relevan

Menurutnya, Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengangkat tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari maupun isu global. Beberapa kategori topik yang sering muncul antara lain, isu sosial, budaya dan lainnya 

Persiapan Menuju Perguruan Tinggi

Lanjutnya, program KTI ini merupakan "mini skripsi" yang sangat bermanfaat. Dengan terbiasa mengikuti tahapan ilmiah sejak SMA, mulai dari menentukan rumusan masalah hingga menyusun kajian pustaka, siswa tidak akan lagi merasa asing dengan iklim akademik di universitas nanti.

Ujian KTI ini membuktikan bahwa penilaian kelulusan kini tidak hanya terpaku pada angka di atas kertas, tetapi juga pada kemampuan literasi dan kemandirian siswa dalam memecahkan masalah melalui riset. (JM)

Share:
Komentar

Berita Terkini