![]() |
| Istimewa |
HALSEL, JurnalMalut.com - Momentum Ramadan dimanfaatkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sektor Gane Timur untuk berbagi kepada masyarakat.
Di sela pembagian sembako kepada lansia dan para janda, Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan menyinggung kembali tugas pokok institusinya sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum.
Kegiatan yang digelar di kantor Polsek Gane Timur, Selasa (3/3/2026), menyasar warga kurang mampu di Desa Kebun Raja, Maffa, Kotalow, dan Foya, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Kapolsek Gane Timur, IPDA Wery Roy Djela, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadan.
"Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan membawa berkah di bulan suci Ramadan, " ujar Wery.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Halmahera Selatan beserta jajaran Bhayangkari yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan tidak hanya berbicara soal bantuan sosial. Ia menekankan kembali mandat utama kepolisian sebagaimana diatur dalam undang-undang.
"Tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, katanya
Menurutnya, kegiatan pembagian sembako dan takjil selama Ramadan merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian, tetapi tidak mengurangi fokus utama institusi dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Ia berharap kegiatan sosial tersebut tidak hanya memberi manfaat secara materiil, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat di wilayah Gane Timur.
"Semoga bulan suci ini membawa keberkahan bagi kita semua. Insya Allah sembako yang dibagikan kepada ibu lansia dan janda dapat bermanfaat, " pungkasnya.
Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Sejumlah lansia tampak menerima paket sembako secara langsung dari jajaran kepolisian dan Bhayangkari. Ramadan tahun ini menjadi ruang bagi aparat dan warga untuk bertemu dalam suasana yang lebih cair, di luar konteks penegakan hukum dan keamanan. (Al/Red)
