![]() |
| Pemda Halut, menggelar Rokor bersama Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dan PT Star Energy Geotermal Indonesia (SEGI). |
HALUT, JurnalMalut.com – Untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak investor, Pemda Halmahera Utara, menggelar rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dan PT Star Energy Geotermal Indonesia (SEGI).
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag, M.Pd, didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Asisten I, serta Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Rapat ini bertujuan mendukung keberlanjutan proyek energi panas bumi yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut, Rabu (28/1/2026).
Dr. Kasman mengatakan pemerintah daerah bersama masyarakat sejak awal telah memberikan dukungan penuh terhadap investasi PT SEGI di Hamiding.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami terus mendukung investasi ini. Hingga saat ini, tahapan yang berjalan sudah menunjukkan hasil yang positif,” ujarnya.
Kasman menegaskan, proyek panas bumi tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan energi listrik daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
“Kami berharap adanya proyek ini ada perhatian terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, baik tenaga terampil maupun nonterampil, agar dapat dilibatkan dalam kegiatan operasional,” jelasnya.
Menurutnya, untuk mendukung proyek ini, pentingnya harus menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama pengawasan terhadap aktivitas investasi agar tetap bersandar pada regulasi.
“Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan bertanggung jawab memastikan investasi ini berjalan dengan baik, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, pungkasnya.
Pemda berharap kerja sama dengan PT SEGI dapat terus terjalin secara harmonis, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan daerah berbasis energi terbarukan. (*)
