Pasca-Diklat Laskar Gerindra, Ahlan Djumadil Siap Perkuat Basis Akar Rumput di Halteng

Editor: Jurnalmalut
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Ahlan Djumadil


SOFIFI, JurnalMalut.com – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Ahlan Djumadil, menegaskan komitmennya untuk memperkuat basis kader di tingkat akar rumput. 

Langkah strategis ini diambil pasca-pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Maluku Utara Angkatan I yang resmi ditutup di GOR Sofifi, Senin (19/10/2026) malam.

Ahlan mengungkapkan bahwa kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra tahun ini memberikan mandat langsung kepada setiap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk menggelar Diklat secara mandiri. 

Terobosan ini dinilai sangat positif karena memperluas jangkauan rekrutmen kader, berbeda dengan pola sebelumnya yang selalu dipusatkan di Hambalang.

"Saya memaknai kebijakan ini dalam rangka memperluas rekrutmen kader. Mereka dilatih secara khusus untuk memahami ideologi partai serta visi Pak Prabowo. Ini bagian dari persiapan matang kita untuk suksesi partai di Pemilu yang akan datang, baik itu Pilpres, Pileg, maupun Pilkada," ujar Ahlan usai menghadiri pembaiatan peserta Diklat.

Dari total sekitar 300 peserta yang mengikuti Diklat se-Maluku Utara, Halmahera Tengah menjadi kabupaten dengan delegasi terbanyak, yaitu mengirimkan lebih dari 33 peserta. Para peserta ini hadir sebagai representasi dari setiap kecamatan di Haltem.

Ahlan yang juga wakil bupati Halteng menjuluki para lulusan Diklat ini sebagai "Perisai Partai" yang akan menjadi garda terdepan perjuangan Gerindra di masyarakat. 

Ia menegaskan, sekembalinya mereka ke daerah, struktur DPC wajib memberikan ruang, waktu, dan tempat yang layak bagi mereka.

"Tujuannya agar cita-cita partai dan harapan Pak Prabowo Subianto dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat," tambahnya.

Menatap kontestasi politik ke depan, DPC Gerindra Halteng bergerak cepat. Ahlan mengaku telah berdiskusi dengan Ketua DPD untuk mempercepat proses rekrutmen pra-caleg. Strategi ini dirancang agar pembiayaan dan pelaksanaan Diklat Laskar Gerindra angkatan selanjutnya menjadi tanggung jawab gotong-royong.

"Pikiran saya sederhana. Jika rekrutmen pra-caleg dipercepat, setiap caleg nantinya bertanggung jawab menghadirkan 10 orang untuk ikut Diklat berikutnya. Ini akan menjadi modal luar biasa untuk memenangkan Pileg dan Pilpres," urai Ahlan.

Bagi Ahlan, medan pertempuran politik sesungguhnya berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan memproyeksikan satu kader militan menguasai satu TPS, Gerindra Haltem akan memiliki barisan tempur yang tangguh.

"Apakah Pileg dilaksanakan tahun 2029 atau 2031, bagi saya kita harus berpikir seolah-olah Pemilu itu akan dilaksanakan besok. Kesiapan mental dan struktur harus dimulai dari sekarang," pungkasnya (Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini