![]() |
| Istimewa |
TERNATE, JurnalMalut.com - Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, mendapat pengetahuan memproduksi pestisida hayati secara mandiri dan tidak lagi bergantung pada pestisida siap pakai,
Keterampilan itu diberikan mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Faperta Unkhair) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Bersama Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek), pada Minggu (04/10/2026), para mahasiswa memperkenalkan teknologi produksi agen hayati Trichoderma yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida hayati.
PKM itu diinisiasi sekaligus dibimbing Betty Kadir Lahati, dosen pengampu mata kuliah Klinik Tanaman, dan Teknologi Produksi Agen Hayati.
Kegiatan ini difokuskan pada edukasi klinik tanaman. KWT tidak hanya mendapat penjelasan, tetapi juga diperkenalkan secara langsung dengan proses pembuatan agen hayati yang bisa dilakukan secara mandiri.
Dalam kesempata itu, hadir para ketua kelompok tani dan seluruh anggota KWT Kelurahan Maliaro. Perwakilan Dinas Pertanian Kota Ternate, Sumanto Basahona, S.P
Prodi Agroteknologi, Helda Sabban, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di lapangan penting untuk menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa, kata Helda, tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang kuliah. Mereka juga perlu terlibat langsung dalam pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Betty menjelaskan, kegiatan ini bagian dari penerapan ilmu akademik, dan hasil praktikum mahasiswa agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
“PKM ini bertujuan untuk mengimplementasikan hasil kegiatan praktikum mahasiswa di kampus, yang kemudian ditransfer langsung ke masyarakat oleh para mahasiswa semester V,” ujarnya.
Di bawah bimbingan Betty, mahasiswa semester V mengedukasi anggota KWT, agar mampu memproduksi pestisida hayati organik secara mandiri di rumah.
Proses tersebut tidak membutuhkan peralatan laboratorium yang rumit. Pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian petani dalam menjaga kesehatan tanaman dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Materi dan praktik teknis disampaikan langsung mahasiswa Agroteknologi semester V, yakni Fajar Sidiq, Annisa Amelia, dan Fatia Rasid.
Ketiganya memperagakan cara pembuatan agen hayati Trichoderma yang dapat membantu mengendalikan hama, dan penyakit tanaman. Para anggota KWT mengikuti praktik tersebut dengan antusias.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga membagikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan masyarakat dalam pengelolaan tanaman. (Jul/Red)
