![]() |
| Istimewa |
HALSEL, JurnalMalut.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65, jajaran Kwartir Ranting Makian Barat sukses menggelar rangkaian kegiatan kepramukaan yang berlangsung khidmat dan meriah sejak tanggal 9 hingga 15 Agustus 2026.
Berpusat di wilayah Masatawa, kegiatan ini mengusung tema besar yang visioner, yaitu "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045".
Upacara puncak peringatan HUT Pramuka ke-65 ini dipimpin langsung oleh Bahrun Yaman selaku Pembina Upacara yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) SMP 17 Halmahera Selatan (Halsel).
Rangkaian acara tahunan ini dikoordinasikan secara solid oleh jajaran panitia pelaksana, di mana Mudakir Hasan bertindak sebagai Ketua Panitia dan Yusri M. Saleh sebagai Sekretaris.
Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh berbagai pangkalan sekolah di wilayah tersebut. Tampak hadir para Kepala Sekolah beserta kontingen dari SD Negeri 43 Halsel, SMP 17 Halsel, SMA Negeri 25 Halsel, serta madrasah setempat yakni MTs Masatawa dan MA Masatawa. Kehadiran lintas jenjang ini memperlihatkan sinergi yang kuat dalam dunia pendidikan dan kepramukaan di Halmahera Selatan.
Ketua Panitia, Mudakir Hasan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar momentum seminggu penuh ini dapat berjalan dengan lancar hingga penutupan.
Ia menekankan bahwa esensi utama dari berkumpulnya para pandu ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga silaturahmi, khususnya bagi seluruh lapisan masyarakat Masatawa, Kecamatan Makian Barat.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak pemerintah setempat. Camat Makian Barat selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabira) memberikan sambutan hangat dan berpesan agar kegiatan peringatan HUT Pramuka seperti ini wajib dipertahankan serta dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Menurutnya, konsistensi ini penting agar materi-materi kepramukaan, baik di tingkat Penggalang maupun Penegak, tetap melekat di ingatan para kader dan dapat diimplementasikan secara nyata guna membantu lingkungan masyarakat sekitar.
Senada dengan hal tersebut, Pembina MTs Masatawa, Egawati H. Usman, turut menitipkan pesan mendalam bagi para peserta didik. Ia mengingatkan bahwa bumi perkemahan dan seluruh rangkaian kegiatan ini adalah laboratorium sosial untuk membentuk karakter generasi muda.
Ega juga berharap lewat kepramukaan, para siswa dapat menanamkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, kemandirian, serta rasa tanggung jawab, sehingga Pramuka tidak hanya dipandang sebagai wadah belajar keterampilan teknis semata, tetapi juga sebagai pilar pembentuk kepribadian bangsa. (JM/Red)
