![]() |
| Istimewa |
SOFIFI, JurnalMalut.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara berkomitmen memperkuat sinergi dengan tokoh agama demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.
Langkah ini dipertegas dalam pertemuan silaturahmi antara Kapolda Malut Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., bersama Ketua MUI Provinsi Maluku Utara dan Imam Masjid Raya Sofifi di Ruang Kerja Kapolda.
Dalam audiensi tersebut, para tokoh agama menyampaikan sejumlah poin penting terkait penyakit masyarakat dan pembinaan karakter generasi muda. Merespons masukan tersebut, Kapolda Malut langsung menginstruksikan jajaran Kapolres untuk mengambil tindakan tegas di lapangan.
Berikut adalah poin-poin strategis yang disepakati dalam pertemuan tersebut:
- Kegiatan hiburan masyarakat atau ronggeng kini dibatasi maksimal hingga pukul 00.00 WIT dengan tetap menghormati adat lokal.
- Polda Malut memerintahkan penindakan peredaran minuman keras jenis cap tikus secara berkelanjutan dari hulu ke hilir, termasuk menyasar pabrik produksinya.
- Penegakan hukum di jalan raya akan lebih mengedepankan aspek edukasi dan menyesuaikan dengan waktu ibadah masyarakat.
- Penanganan kenakalan remaja, pencegahan HIV, penertiban prostitusi terselubung, serta peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an pada pelajar akan dilakukan terpadu melibatkan sekolah, keluarga, dan tokoh agama.
- Adanya usulan penggabungan program Desa Binaan Polri dengan program pembinaan desa dari perguruan tinggi.
Kapolda menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mendengarkan keluhan warga melalui program unggulan seperti Polisi Bersama Masyarakat, Polri Melayani dengan Hati, dan Satu Hari Bersama Masyarakat.
Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol Hadi Poerwanto menambahkan, pihak kepolisian sangat mengapresiasi dukungan dari para ulama.
Kemitraan ini dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mencetak generasi muda Maluku Utara yang berkarakter dan berakhlak mulia. (Jul/Red
