![]() |
| Istimewa |
TERNATE, JurnalMalut.com – Langkah nyata diambil Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., dalam merespons konflik yang sempat memanas antara Desa Siboenpopo dan Desa Bobane Jaya.
Tak sekadar menerima laporan di balik meja, jenderal bintang dua ini turun langsung ke lokasi pada Minggu (5/4) untuk memastikan kedamaian benar-benar kembali ke bumi Fagogoru.
Didampingi jajaran Forkopimda Maluku Utara, Kapolda meninjau puing-puing rumah warga yang rusak di Desa Siboenpopo, Kecamatan Patani Barat. Kunjungan ini membawa angin segar bagi warga yang selama ini dirundung kecemasan.
![]() |
| Istimewa |
Janji Pembangunan Kembali dan Jaminan Keamanan
Di hadapan warga, Kapolda membawa kabar baik mengenai rencana rekonstruksi. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak akibat konflik tersebut.
“Saya mengimbau masyarakat Siboenpopo yang masih mengungsi untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Saya jamin, situasi saat ini sudah aman,” tegas Irjen Pol. Waris Agono dengan nada meyakinkan.
Untuk menghapus rasa was-was warga, Polri juga memenuhi permintaan masyarakat dengan membangun Pos Pengamanan Khusus di Desa Siboenpopo. Kehadiran personel TNI dan Polri di titik-titik rawan diharapkan menjadi pagar pelindung agar warga bisa beraktivitas normal tanpa rasa takut.
Lawan Hoaks SARA di Media Sosial
Selain fokus pada pemulihan fisik, Kapolda menaruh perhatian serius pada "perang" di dunia maya. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tersulut oleh isu SARA yang sengaja dihembuskan pihak tak bertanggung jawab melalui media sosial.
“Jangan terprovokasi. Tahan diri dan pastikan setiap informasi sudah terverifikasi. Kita ingin warga Desa Bobane Jaya dan Siboenpopo kembali hidup berdampingan dengan damai seperti sedia kala,” tambahnya.
Mendengar Aspirasi dari Pengungsian
Perjalanan rombongan berlanjut ke Desa Yeke (Weda Timur) dan Desa Fritu (Weda Utara) untuk menemui para pengungsi. Di sana, dialog berlangsung hangat namun penuh tuntutan. Warga menitipkan harapan besar mulai dari percepatan proses hukum bagi pelaku konflik, penyelesaian sengketa batas wilayah, hingga permintaan pos keamanan permanen.
Kapolda menegaskan bahwa negara hadir di tengah mereka. Kehadiran TNI-Polri bukan sekadar patroli, melainkan bentuk empati dan komitmen untuk memulihkan trauma masyarakat.
“Kehadiran pemerintah saat ini sangat vital. Tugas kami adalah memastikan setiap warga merasa aman dan nyaman di tanah kelahiran mereka sendiri,” pungkas Kapolda menutup kunjungannya.
Kini, bola salju perdamaian mulai bergulir. Harapannya, kepastian keamanan dari sang Kapolda menjadi fondasi kuat bagi pemulihan total di Halmahera Tengah. (Fan/Red)

