![]() |
| istimewa |
Halteng, JurnalMalut.com – Indonesia semakin memperkokoh posisinya dalam peta industri otomotif masa depan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan ambisi besar raksasa Asia Tenggara ini untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang sepenuhnya terintegrasi—mulai dari pengolahan material mentah hingga proses daur ulang.
Langkah masif ini ditandai dengan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel sekaligus pelepasan ekspor perdana baterai EV di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis (8/10/2026).
"Proyek-proyek baru ini akan melengkapi seluruh rantai pasok kita. Indonesia siap menjadi pilar utama dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik," ujar Rosan di hadapan Presiden.
Ia juga menambahkan bahwa integrasi serupa di Morowali akan memastikan Indonesia memiliki kemampuan daur ulang (recycle) baterai secara menyeluruh.
Ambisi ini didorong oleh realisasi investasi nasional yang mencatatkan performa impresif. Pada Semester I-2026, total investasi Indonesia menembus angka Rp 1.010,6 triliun, tumbuh sebesar 7,2 persen.
Sektor hilirisasi menjadi primadona baru. Dalam dua tahun terakhir, porsi investasi hilirisasi melonjak dari 25 persen menjadi 30 persen dari total investasi nasional. Menariknya, pemerataan ekonomi kian nyata dengan lebih dari 75 persen realisasi investasi hilirisasi tersebut berada di luar Pulau Jawa.
Kawasan Industri IWIP di Halmahera Tengah menjadi bukti sukses nyata dari strategi hilirisasi ini. Sejak beroperasi pada 30 Agustus 2018, kawasan seluas 3.000 hektare ini telah menjelma menjadi pusat pengolahan nikel terintegrasi yang disegani dunia.
Kekuatan ekonomi IWIP tercermin dari angka-angka fantastis berikut:
- Total Investasi: Mencapai US$27 miliar (setelah mendapat suntikan investasi baru sebesar US$7 miliar).
- Penyerapan Tenaga Kerja: Telah membuka lapangan kerja bagi sekitar 117.000 orang.
- Nilai Ekspor: Menyumbang pendapatan negara melalui total ekspor kawasan yang menembus US$11 miliar.
Rosan optimistis bahwa lompatan besar di Maluku Utara ini merupakan wujud nyata dari arahan kepala negara. "Sesuai dengan yang Bapak Presiden sampaikan, hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi total yang membawa dampak ekonomi konkret bagi masyarakat," pungggkasnya. (Jul/Red)
