![]() |
| istimewa |
TERNATE, JurnalMalut.com– Jagat maya dihebohkan oleh aksi tidak terpuji yang terekam kamera warga dan mendadak viral. Sebuah video berdurasi 26 detik memperlihatkan dua orang pria nekat membuang sampah sembarangan tepat di atas trotoar depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ternate, Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah.
Yang membuat warganet geram, aksi yang terjadi pada pukul 21.15 WIT tersebut dilakukan menggunakan armada dinas resmi berupa mobil derek berlogo Polisi milik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ternate. Tindakan ini memicu kecaman publik karena mencederai kenyamanan fasilitas umum serta memberi contoh buruk kepada masyarakat.
Merespons kehebohan yang bergulir liar di media sosial, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., langsung bergerak cepat. Pimpinan tertinggi Polres Ternate tersebut memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat.
Kapolres menegaskan bahwa kedua pria dalam video viral tersebut bukanlah anggota Polri, melainkan Pegawai Harian Lepas (PHL) yang bertugas di lingkungan Satlantas Polres Ternate.
Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, keduanya terbukti mencurahkan sampah dari bak mobil derek langsung ke atas trotoar, alih-alih ke lokasi penampungan sampah yang resmi.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kritik dan masukan dari masyarakat. Hal ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang," tegas AKBP Anita Ratna Yulianto.
Senada dengan Kapolres, Kasat Lantas Polres Ternate turut menyampaikan permohonan maaf. Pihaknya mengaku sempat menduga sampah tersebut dibuang ke bak penampungan yang semestinya, sebelum akhirnya video amatir warga mengungkap fakta yang sebenarnya.
Sebagai wujud nyata tanggung jawab institusi, jajaran Polres Ternate langsung mengambil tindakan tegas di lapangan tanpa menunda waktu:
- Atas perintah langsung dari Kapolres, personel Satlantas langsung diterjunkan ke lokasi kejadian pada Jumat pagi (30/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIT untuk membersihkan dan mengangkut kembali tumpukan sampah tersebut.
- Kedua PHL yang terlibat telah diperiksa secara intensif. Mereka diberikan teguran keras, diwajibkan menyampaikan permohonan maaf, serta menandatangani surat perjanjian tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi internal bagi Polres Ternate untuk memperketat pengawasan, baik terhadap personel anggota maupun tenaga PHL di lingkungan kepolisian.
Ke depan, Polres Ternate berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan setiap individu yang membawa nama institusi senantiasa memberikan teladan yang baik di tengah masyarakat. (Jul/Red)
