![]() |
| Istimewa |
HALTENG, JurnalMalut.com - PT Smart Marsindo menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat lingkar tambang, di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah.
Perusahaan tersebut membuktikan penerapan Good Mining Practice (GMP) atau praktik pertambangan yang baik, dengan tidak mengorbankan kepentingan sosial.
Sebagai pemegang status Clean and Clear (CnC), PT Smart Marsindo menegaskan komitmennya, bahwa keberhasilan operasi pertambangan diukur dari dua sisi, yaitu kepatuhan regulasi lingkungan dan kedalaman dampak sosial yang dihasilkan.
Integrasi Ekonomi Sirkular dalam Reklamasi
Salah satu poin krusial dalam GMP adalah reklamasi pasca-tambang. PT Smart Marsindo melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan ekonomi sirkular ke dalam agenda restorasi ekologi mereka.
Hingga saat ini, lebih dari 4.000 pohon jenis Cemara Laut, Mahoni, Casuarina, hingga Bintangor telah tertanam di lahan bekas tambang.
Seluruh proses pembibitan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat lokal. Perusahaan memberikan insentif tunai sebesar Rp 3.000 untuk setiap satu polybag bibit yang disemai warga.
"Kami ingin reklamasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif. Kami ingin warga merasa memiliki (sense of belonging) terhadap alam mereka kembali, sembari mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari proses tersebut," ungkap Direktur PT Smart Marsindo, Jilly R. Lumankum, dalam pernyataan resminya beberapa waktu lalu.
Membangun Fondasi Masa Depan melalui Pendidikan
Tak hanya keberlanjutan lingkungan, komitmen sosial perusahaan juga menyasar sektor pendidikan. PT Smart Marsindo menyadari, masa depan Pulau Gebe bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Langkah nyata diambil melalui pembangunan gedung SMAN 3 Pulau Gebe.
PT Smart Marsindo juga menyediakan bus sekolah mengatasi kendala transportasi siswa dari desa-desa terpencil, hingga literasi digital melalui hibah 20 unit laptop untuk memastikan siswa di wilayah timur Indonesia, memiliki kompetensi teknologi yang setara dengan wilayah perkotaan.
Menembus Isolasi Geografis
Secara geografis, Pulau Gebe memiliki tantangan konektivitas yang tinggi. Menjawab hal ini, PT Smart Marsindo menghibahkan unit ambulans untuk layanan kesehatan darurat dan speed boat bermesin bagi masyarakat Umiyal di Pulau Yoi.
Langkah ini efektif memutus isolasi yang selama ini menghambat mobilitas ekonomi dan kesehatan warga.
Koordinator Pemerhati Kelola Sumber Daya Alam (PKSDA), Hamdan Halil, memberikan apresiasi terhadap model integrasi yang diterapkan PT Smart Marsindo.
Hamdan menilai, perusahaan ini telah berhasil menetapkan standar baru dalam industri pertambangan.
"PT Smart Marsindo telah melampaui ekspektasi. Mereka memadukan disiplin regulasi dengan empati sosial yang sangat tinggi. Model pembangunan sekolah, pengadaan bus, hingga insentif reklamasi adalah benchmark atau rujukan nasional bagi pengelolaan sumber daya alam yang paripurna," ujarnya.
Jilly R. Lumankum menutup dengan pesan kuat mengenai filosofi perusahaan: "Bagi kami, kesuksesan bukan tentang apa yang kami ambil dari perut bumi, tapi apa yang kami tinggalkan untuk masa depan. Ini adalah cara kami menjaga marwah perusahaan dan amanah warga." **
