![]() |
| Istimewa |
TERNATE, JurnalMalut.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah (HIMAITA) Universitas Khairun, memperingati Hari Tanah Sedunia dengan melakukan kampanye “Tanah Sehat Untuk Kota Sehat”
Kegiatan tersebut digelar di Lanmard, Kota Ternate, Jumat 5 Desember 2025.
Ketua Umum HIMAITA, Arsal Safar, mengatakan Hari Tanah Sedunia (World Soil Day/WSD) dilakukan setiap tanggal 5 Desember sebagai sarana untuk memusatkan perhatian pada pentingnya tanah yang sehat dan mengedukasi pengelolaan sumber daya tanah yang berkelanjutan.
Menurutnya, aksi kampanye ini sebagai bentuk peringatan bahwa ada beberapa kelurahan di Kota Ternate menjadi cerminan tragis dari degradasi tanah.
“Terbaru, hujan deras pada Juni 2025 memicu longsor di lima titik sekaligus, merusak akses jalan, mengikis tebing, dan mengancam tiang listrik serta rumah warga”. Katanya.
Menurut Arsal, tanah di Ternate kini menghadapi ancaman degradasi yang serius, terutama di lereng Gunung Gamalama.
"Data penelitian menunjukkan bahwa 70-80 % lahan pertanian dan pekarangan sudah mengalami degradasi ringan hingga berat, dengan penurunan C-organik di bawah 2 % dan pH tanah turun menjadi 4,8-5,2 akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, " ujarnya.
Lanjut Arsal, tanah sehat adalah tanah yang mampu menjalankan lima fungsi utama secara bersamaan, menyediakan hara, mengatur aliran air, menyimpan karbon, menjadi habitat biodiversitas tanah, serta menyaring polutan.
"Jika salah satu fungsi itu hilang seperti yang terjadi di Ngade, Rua, hingga Aceh kota kita akan ikut sakit” pungkasnya. (Yadin/Red)
