![]() |
| Foto bersama usai dialog publik |
TERNATE, JurnalMalut.com - Badan Pengurus Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (BP-HIPPMAMORO) Maluku Utara, melakukan dialog publik di RK Caffe, sebagai refleksi '16 Hari Anti Kekerasan Seksual, Sabtu 29 November 2025.
Dialog Publik bertajuk “Membongkar Akar Kekerasan Terhadap Perempuan” ini menghadirkan sejumlah Pembicara yaitu: Yuliha Pihang, Hartati Balasteng, Fitriyani Ashar, dan DRA. Hairiah, M.Si.
Ketua BP-HIPPMAMORO, Fandi Lukman, mengatakan BP-HIPPMAMORO memiliki visi yang jelas dan komprehensif dalam upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Visi ini berfokus pada penciptaan lingkungan yang aman, damai, dan setara bagi perempuan dan anak di seluruh wilayah Pulau Morotai khususnya.
“Untuk membongkar akar kekerasan terhadap perempuan, BP-HIPPMAMORO berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dengan melakukan kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, organisasi, baik lokal maupun internasional“. Jelasnya.
Kami akan memprioritaskan “aksesibilitas ketersediaan layanan, penguatan dukungan terhadap inisiatif Pemda, dan kolaborasi termasuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH), " ujar Fandi.
Selain itu kata Fandi, BP-HIPPMAMORO sangat menekankan peran penting generasi muda dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
Menurutnya generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, yang efektif dalam mengubah norma sosial dan budaya yang masih patriarki dan seksis.
Sebagai generasi muda kita bisa memanfaatkan dalam penggunaan media sosial dan platform digital lainnya untuk menyebarkan pesan-pesan positif kesetaraan gender dan anti kekerasan, " pungkasnya. (Yadin/Red)
