
Firdaus Amir, Calon Ketua HIPMI Malut
Agenda tersebut berlangsung di Batik Hotel Ternate, Sabtu (27/9/2025) malam
Juru Bicara FA, Nurcholish Rustam mengatakan, Firdaus bukan hanya soal pilihan, tetapi kebutuhan untuk HIPMI Maluku Utara. Hal ini sesuai dengan niat FA untuk menjadikan HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi
Menurutnya, program Firdaus di masa kampanye nanti bakal mendorong inovasi berkelanjutan dan menghadirkan peluang bagi pengusaha muda di Maluku Utara
Disisi lain, Nurcholis menyentil pernyataan Caketum HIPMI Maluku Utara nomor urut 1, yang akan melobi program di bidang peternakan untuk Kota Ternate.
"Terlepas dari Caketum, yang bersangkutan adalah pejabat di Kabupaten Pulau Morotai. Harusnya perhatian utamanya ke Morotai, bukan di Kota Ternate karena dia sendiri tahu kondisi di Morotai," ujarnya.
Ia menambahkan FA akan berkomitmen untuk bekerja maksimal dan menunjukkan hasil nyata
Jika terpilih menjadi ketua HIPMI Malut, FA akan membawa HIPMI menuju puncak kesuksesan dan berkomitmen untuk bekerja maksimal dan menunjukkan hasil nyata.
Selain itu, FA akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, sebagai poin penting untuk kelancaran program FA. Pengusaha lokal di tiap-tiap daerah juga menjadi perhatian untuk membangun ruang kolaborasi.
Nurcholis juga menyebutkan, nomor urut 2 yang didapatkan kandidatnya adalah nomor keberuntungan.
"Kita bersyukur karena mendapat nomor urut 2, nomor ini adalah simbol kemenangan, nomor yang mengantarkan Prabowo menjadi presiden.
Sekadar diketahui, perjalanan FA dalam dunia usaha sudah tidak bisa diragukan lagi. Minatnya FA terhadap dunia enterpreneur bermula saat berada di tanah rantau, saat menjalani studi Diploma Tiga Bidang Vokasi, di Universitas Gadja Mada. Lelaki yang akrab disapa Daus ini, tak langsung menjajaki usaha setelah studi. Ia bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. PT WEI namanya. Perusahaan ini bergerak dibidang teknologi.
Di perusahaan tersebut, Ia menduduki salah satu jabatan yang cukup strategis, yakni sebagai Kepala Devisi. Tapi nampaknya bekerja bukanlah tipe anak dari Amir Mahmud dan hj Marni Muhammad ini. Ia adalah tipe perintis, tipe orang yang mampu membangun, dan mampu bangkit ketika jatuh.
Kurang lebih satu tahun bekerja di PT WEI, tahun 2012 hingga akhir 2013, Firdaus memilih resign dan kembali ke Maluku Utara. Ia pulang ke kampung halaman di Desa Waleh, sebua desa di Kabupaten Halmahera Tengah, yang jaraknya cukup jauh dari ibu kota kabupaten, sekitar 67 KM. Saat ini jika menempuh jalur darat menggunakan kendaraan motor, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 48 menit dari Weda untuk sampai ke Waleh. Ia mulai belajar bagaimana merintis usaha, dengan mengelola perusahaan milik kakak kandungnya yang bergerak di jasa konstruksi.
Di tahun 2014, Firdaus kembali ke Ternate. Dari sinilah usaha pertamanya dirintis. Daus membangun usaha teknologi, dan mulai menjaja aplikasi. Perusahaannya ini diberi nama Indotitekno. Ia juga aktif berorganisi, berhimpun di HIPMI Maluku Utara, organisi yang Ia ikuti sejak 2016 dan menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum.
Saat ini, Daus menjadi salah satu calon Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara. Ia memiliki keinginan besar membawa HIPMI Maluku Utara untuk bisa bersaing, sebagaimana HIPMI di provinsi lain. (*)